Renungan indah dan mendalam dari Ali bin Abi Thalib radhiaLlahu anhu:
Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan.
Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman.
Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu’ namun sibuk dalam kesendirian.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga pezina yang tampil sebagai figur panutan.
Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya.
Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar.
Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan.
Lalu di antara semua itu, di mana aku berada?
Rabu, 14 Januari 2015
Kamis, 28 Agustus 2014
Kakek Penjual Lumpia Basah
Siang itu saya dan teman-teman telah menyelesaikan
kelas kuliah pada pukul 11.30 WIB, seperti biasa hal yang akan kami lakukan
ketika keluar kelas adalah pergi ke kantin untuk makan siang. Saya selalu
melihat kondisi yang serupa, melihat para pedagang yang berada di kantin yang
tak kenal lelah bekerja sepanjang hari. Dan ada hal menarik dari penglihatan
saya ketika melihat seorang kakek yang berjualan lumpia basah, disela waktu
luangnya saat berjualan selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran, bahkan
setiap harinya telah mempunyai target dengan menyempatkan waktu setiap 2 jam
selama 10 menit untuk membaca Al-Quran kemudian pada pukul 09.00 selalu berada
di Mesjid yang bertempat dikampus untuk melaksanakan sholat dhuha. Seperti
itulah aktifitas kakek penjual lumpia basah setiap harinya.
Hingga di kisahkan sebelum mulai berjualan beliau
membereskan gerobaknya hanya seorang diri, berjualan dan melayani pembeli yang
akan membeli dagangannya di jam makan siang hingga tiba pulang, kakek ini
dikenal sebagai penjual yang paling ramah dan murah senyum. Selain rasa lumpia
basahnya yang enak juga tak kalah penting dengan keramahan kakek membuat
pembeli nyaman menjadi pelanggannya untuk membeli lumpia basah.
Setiap hari penjualan lumpia basah ini segera saja laris dan menghasilkan
banyak respon positif dari pembeli baik dari dosen, mahasiswa, satpam
bahkan tukang kebun sekalipun. Alhasil lumpia basah yang menjadi dagangan kakek
selalu habis sebelum menjelang ashar. Melihat semua itu, menjadi senanglah hati
kakek sang pemilik lumpia basah, apalagi dengan permintaan seorang dosen yang
juga ingin membuka cabang untuk berjualan lumpia basah di sekitar rumahnya yang
ramai dengan pegawai kantoran. Karena melimpahnya hasil penjualan, kakek ini
segera menjadi orang kaya yang disegani, pengikutnya banyak, dan tidak
hanya satu cabang lumpia basah yang kakek punya tetapi hingga 21 cabang lumpia
basah yang dikelola oleh beliau di daerah Bandung.
Namun sungguh luar biasa hal ini menjadikan kakek
semakin ramah dan rendah hati, dan beliau mempunyai para pegawainya yang shaleh
dan taat kepada Allah. Kadangkala dalam satu dua kesempatan mereka bertemu dan
bencengkrama, biasanya kakek ini akan menanyakan hasil penjualannya dan
amalan harian yang telah ditugaskan pada setiap pegawainya. Tetapi, ada 1
pegawai baru yang bekerja di cabang lumpia basah, sebut saja Erlan. Di
hari kedua pertemuannya dengan kakek dan pegawai lainnya, Erlan selalu
menyombongkan hasil penjualannya karena dia merasa paling besar penghasilannya
dibandingkan dengan pegawai lain. Erlan berkata ‘Ah, masih sedikit saja
hasil penjualan kalian kawan? Kasihan sekali. Kalian lihat? pendapatanku jauh
lebih banyak dari hartamu dan pemebeli ku juga semakin banyak.’
Pegawai yang lain tidak memperdulikan omongan Erlan, karena meraka telah
berusaha mengolah penjualannya itu dengan sebaik-baiknya, kalau hasilnya tidak
sebaik dan selaris hasil temannya, mereka yakin bahwa itu adalah ketetapan
Allah yang sudah diperuntukkan kepadanya, mungkin ini hanya ujian kecil yang
harus dilewati agar semakin dekat dengan Allah lalu ibadahnya ditingkatkan, Itu
yang sering kami terapkan dari pribadi kakek pemilik lumpia basah dengan kerendahan
hatinya. Kakek yang berada diantara pegawainya itu tidak berkomentar
apapun tentang pembicaraan mereka, kakek hanya terdiam dan tersenyum.
Hingga dipertemuan berikutnya kesombongan Erlan
semakin menjadi-jadi, sehingga dia menjadi kufur atas nikmat Allah. Akhirnya
kakek berkata ‘Aku tidak sabar untuk segera berjumpa dengan Dzat yang
paling baik darimu. Dia adalah Dzat Yang Maha Penyayang dari semua yang
penyayang. Aku ingin segera bertemu dengan Dzat yang memberiku makan ketika aku
sedang lapar, memberiku rezeki yang berlimpah, yang telah mengeluarkanku dari
jalan yang sempit. Kalau Dia berkehendak lain, tentu Dia telah membuatku
menderita saat aku memulai berjualan untuk pertama kalinya. Dan engkau pun
tidak akan menerima rezeki yang berlimpah kecuali melalui perantara dari ku.
Akan tetapi karena kasih sayang dan kelembutanNya maka semuanya menjadi mudah
bagiku dan bagimu’. Pegawai baru itu kemudian menangis dan berteriak, ‘Ya
Allah.. betapa malangnya aku bila kelak tidak selamat dari siksa Allah akibat
kesombongan ku di dunia ini’. Hingga kakek pun ikut menangis haru
sebagai tanda syukur melihat Erlan yang kemudian diberi kesadaran oleh Allah
atas perbuatannya. Erlan mendekap erat tubuh kakek dan ia terus menangis
menyesali perbuatannya, hingga tidak sadarkan diri kakek jatuh ke tanah.
Kemudian Erlan mendekatinya, dan membelai dengan tangannya. Tiba-tiba kakek itu
meninggal.
Erlan kemudian menangis dan berkata, ‘Duhai kakek!
Wahai yang mati dalam kecintaan kepada Allah! ‘Ia terus mengulang-ulang kata-katanya
itu hingga terdengar jeritan keras, dan Erlan roboh ke tanah. Erlan berusaha
menggerak-gerakkan tubuhnya, tapi ternyata beliau sudah meninggal. Semoga Allah
merahmatiNya.
Begitulah kisah dari kakek penjual lumpia basah dengan
ketaatannya kepada Allah. Alhamdulillah, beliau selalu menjadi contoh terbaik
bagi karyawan dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Menjadi pengusaha yang
sukses dengan pribadinya yang baik. Hal ini, tidak terlepas dari ketaatan
beliau kepada Allah, beliau selalu menyempatkan waktu untuk membaca Al-Quran
saat berdagang dan tidak pernah terlewat untuk sholat dhuha. Begitulah cara
beliau mencintai Allah, sehingga Allah mudahkan segala jalan kehidupannya.
Semoga tulisan ini menginspirasi bagi sahabat-sabahat
sekalian khususnya bagi saya pribadi agar selalu tersadar akan pentingnya
kerendahan hati, disaat itu pula kesombongan dan keangkuhan akan sirna dengan
sendirinya.
Siang itu saya dan
teman-teman telah menyelesaikan kelas kuliah pada pukul 11.30 WIB,
seperti biasa hal yang akan kami lakukan ketika keluar kelas adalah
pergi ke kantin untuk makan siang. Saya selalu melihat kondisi yang
serupa, melihat para pedagang yang berada di kantin yang tak kenal lelah
bekerja sepanjang hari. Dan ada hal menarik dari penglihatan saya
ketika melihat seorang kakek yang berjualan lumpia basah, disela waktu
luangnya saat berjualan selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran,
bahkan setiap harinya telah mempunyai target dengan menyempatkan waktu
setiap 2 jam selama 10 menit untuk membaca Al-Quran kemudian pada pukul
09.00 selalu berada di Mesjid yang bertempat dikampus untuk melaksanakan
sholat dhuha. Seperti itulah aktifitas kakek penjual lumpia basah
setiap harinya.
Hingga di kisahkan sebelum mulai
berjualan beliau membereskan gerobaknya hanya seorang diri, berjualan
dan melayani pembeli yang akan membeli dagangannya di jam makan siang
hingga tiba pulang, kakek ini dikenal sebagai penjual yang paling ramah
dan murah senyum. Selain rasa lumpia basahnya yang enak juga tak kalah
penting dengan keramahan kakek membuat pembeli nyaman menjadi
pelanggannya untuk membeli lumpia basah. Setiap hari penjualan lumpia
basah ini segera saja laris dan menghasilkan banyak respon positif dari
pembeli baik dari dosen, mahasiswa, satpam bahkan tukang kebun
sekalipun. Alhasil lumpia basah yang menjadi dagangan kakek selalu habis
sebelum menjelang ashar. Melihat semua itu, menjadi senanglah hati
kakek sang pemilik lumpia basah, apalagi dengan permintaan seorang dosen
yang juga ingin membuka cabang untuk berjualan lumpia basah di sekitar
rumahnya yang ramai dengan pegawai kantoran. Karena melimpahnya hasil
penjualan, kakek ini segera menjadi orang kaya yang disegani,
pengikutnya banyak, dan tidak hanya satu cabang lumpia basah yang kakek
punya tetapi hingga 21 cabang lumpia basah yang dikelola oleh beliau di
daerah Bandung.
Namun sungguh luar biasa hal ini
menjadikan kakek semakin ramah dan rendah hati, dan beliau mempunyai
para pegawainya yang shaleh dan taat kepada Allah. Kadangkala dalam satu
dua kesempatan mereka bertemu dan bencengkrama, biasanya kakek ini akan
menanyakan hasil penjualannya dan amalan harian yang telah ditugaskan
pada setiap pegawainya. Tetapi, ada 1 pegawai baru yang bekerja di
cabang lumpia basah, sebut saja Erlan. Di hari kedua pertemuannya dengan
kakek dan pegawai lainnya, Erlan selalu menyombongkan hasil
penjualannya karena dia merasa paling besar penghasilannya dibandingkan
dengan pegawai lain. Erlan berkata ‘Ah, masih sedikit saja hasil
penjualan kalian kawan? Kasihan sekali. Kalian lihat? pendapatanku jauh
lebih banyak dari hartamu dan pemebeli ku juga semakin banyak.’
Pegawai yang lain tidak memperdulikan omongan Erlan, karena meraka telah
berusaha mengolah penjualannya itu dengan sebaik-baiknya, kalau
hasilnya tidak sebaik dan selaris hasil temannya, mereka yakin bahwa itu
adalah ketetapan Allah yang sudah diperuntukkan kepadanya, mungkin ini
hanya ujian kecil yang harus dilewati agar semakin dekat dengan Allah
lalu ibadahnya ditingkatkan, Itu yang sering kami terapkan dari pribadi
kakek pemilik lumpia basah dengan kerendahan hatinya. Kakek yang berada
diantara pegawainya itu tidak berkomentar apapun tentang pembicaraan
mereka, kakek hanya terdiam dan tersenyum.
Hingga dipertemuan berikutnya
kesombongan Erlan semakin menjadi-jadi, sehingga dia menjadi kufur atas
nikmat Allah. Akhirnya kakek berkata ‘Aku tidak sabar untuk segera
berjumpa dengan Dzat yang paling baik darimu. Dia adalah Dzat Yang Maha
Penyayang dari semua yang penyayang. Aku ingin segera bertemu dengan
Dzat yang memberiku makan ketika aku sedang lapar, memberiku rezeki yang
berlimpah, yang telah mengeluarkanku dari jalan yang sempit. Kalau Dia
berkehendak lain, tentu Dia telah membuatku menderita saat aku memulai
berjualan untuk pertama kalinya. Dan engkau pun tidak akan menerima
rezeki yang berlimpah kecuali melalui perantara dari ku. Akan tetapi
karena kasih sayang dan kelembutanNya maka semuanya menjadi mudah bagiku
dan bagimu’. Pegawai baru itu kemudian menangis dan berteriak, ‘Ya Allah.. betapa malangnya aku bila kelak tidak selamat dari siksa Allah akibat kesombongan ku di dunia ini’. Hingga
kakek pun ikut menangis haru sebagai tanda syukur melihat Erlan yang
kemudian diberi kesadaran oleh Allah atas perbuatannya. Erlan mendekap
erat tubuh kakek dan ia terus menangis menyesali perbuatannya, hingga
tidak sadarkan diri kakek jatuh ke tanah. Kemudian Erlan mendekatinya,
dan membelai dengan tangannya. Tiba-tiba kakek itu meninggal.
Erlan kemudian menangis dan berkata, ‘Duhai kakek! Wahai yang mati dalam kecintaan kepada Allah!
‘Ia terus mengulang-ulang kata-katanya itu hingga terdengar jeritan
keras, dan Erlan roboh ke tanah. Erlan berusaha menggerak-gerakkan
tubuhnya, tapi ternyata beliau sudah meninggal. Semoga Allah
merahmatiNya.
Begitulah kisah dari kakek
penjual lumpia basah dengan ketaatannya kepada Allah. Alhamdulillah,
beliau selalu menjadi contoh terbaik bagi karyawan dan orang-orang yang
berada di sekitarnya. Menjadi pengusaha yang sukses dengan pribadinya
yang baik. Hal ini, tidak terlepas dari ketaatan beliau kepada Allah,
beliau selalu menyempatkan waktu untuk membaca Al-Quran saat berdagang
dan tidak pernah terlewat untuk sholat dhuha. Begitulah cara beliau
mencintai Allah, sehingga Allah mudahkan segala jalan kehidupannya.
Semoga tulisan ini menginspirasi bagi sahabat-sabahat sekalian khususnya bagi saya pribadi agar selalu tersadar akan pentingnya kerendahan hati, disaat itu pula kesombongan dan keangkuhan akan sirna dengan sendirinya.
- See more at: http://inspirasi.co/forum/post/143/kakek_penjual_lumpia_basah#sthash.d5ynIxSx.dpuf
Siang
itu saya dan teman-teman telah menyelesaikan kelas kuliah pada pukul
11.30 WIB, seperti biasa hal yang akan kami lakukan ketika keluar kelas
adalah pergi ke kantin untuk makan siang. Saya selalu melihat kondisi
yang serupa, melihat para pedagang yang berada di kantin yang tak kenal
lelah bekerja sepanjang hari. Dan ada hal menarik dari penglihatan saya
ketika melihat seorang kakek yang berjualan lumpia basah, disela waktu
luangnya saat berjualan selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran,
bahkan setiap harinya telah mempunyai target dengan menyempatkan waktu
setiap 2 jam selama 10 menit untuk membaca Al-Quran kemudian pada pukul
09.00 selalu berada di Mesjid yang bertempat dikampus untuk melaksanakan
sholat dhuha. Seperti itulah aktifitas kakek penjual lumpia basah
setiap harinya.
Hingga di kisahkan sebelum mulai
berjualan beliau membereskan gerobaknya hanya seorang diri, berjualan
dan melayani pembeli yang akan membeli dagangannya di jam makan siang
hingga tiba pulang, kakek ini dikenal sebagai penjual yang paling ramah
dan murah senyum. Selain rasa lumpia basahnya yang enak juga tak kalah
penting dengan keramahan kakek membuat pembeli nyaman menjadi
pelanggannya untuk membeli lumpia basah. Setiap hari penjualan lumpia
basah ini segera saja laris dan menghasilkan banyak respon positif dari
pembeli baik dari dosen, mahasiswa, satpam bahkan tukang kebun
sekalipun. Alhasil lumpia basah yang menjadi dagangan kakek selalu habis
sebelum menjelang ashar. Melihat semua itu, menjadi senanglah hati
kakek sang pemilik lumpia basah, apalagi dengan permintaan seorang dosen
yang juga ingin membuka cabang untuk berjualan lumpia basah di sekitar
rumahnya yang ramai dengan pegawai kantoran. Karena melimpahnya hasil
penjualan, kakek ini segera menjadi orang kaya yang disegani,
pengikutnya banyak, dan tidak hanya satu cabang lumpia basah yang kakek
punya tetapi hingga 21 cabang lumpia basah yang dikelola oleh beliau di
daerah Bandung.
Namun sungguh luar biasa hal ini
menjadikan kakek semakin ramah dan rendah hati, dan beliau mempunyai
para pegawainya yang shaleh dan taat kepada Allah. Kadangkala dalam satu
dua kesempatan mereka bertemu dan bencengkrama, biasanya kakek ini akan
menanyakan hasil penjualannya dan amalan harian yang telah ditugaskan
pada setiap pegawainya. Tetapi, ada 1 pegawai baru yang bekerja di
cabang lumpia basah, sebut saja Erlan. Di hari kedua pertemuannya dengan
kakek dan pegawai lainnya, Erlan selalu menyombongkan hasil
penjualannya karena dia merasa paling besar penghasilannya dibandingkan
dengan pegawai lain. Erlan berkata ‘Ah, masih sedikit saja hasil
penjualan kalian kawan? Kasihan sekali. Kalian lihat? pendapatanku jauh
lebih banyak dari hartamu dan pemebeli ku juga semakin banyak.’
Pegawai yang lain tidak memperdulikan omongan Erlan, karena meraka telah
berusaha mengolah penjualannya itu dengan sebaik-baiknya, kalau
hasilnya tidak sebaik dan selaris hasil temannya, mereka yakin bahwa itu
adalah ketetapan Allah yang sudah diperuntukkan kepadanya, mungkin ini
hanya ujian kecil yang harus dilewati agar semakin dekat dengan Allah
lalu ibadahnya ditingkatkan, Itu yang sering kami terapkan dari pribadi
kakek pemilik lumpia basah dengan kerendahan hatinya. Kakek yang berada
diantara pegawainya itu tidak berkomentar apapun tentang pembicaraan
mereka, kakek hanya terdiam dan tersenyum.
Hingga dipertemuan berikutnya
kesombongan Erlan semakin menjadi-jadi, sehingga dia menjadi kufur atas
nikmat Allah. Akhirnya kakek berkata ‘Aku tidak sabar untuk segera
berjumpa dengan Dzat yang paling baik darimu. Dia adalah Dzat Yang Maha
Penyayang dari semua yang penyayang. Aku ingin segera bertemu dengan
Dzat yang memberiku makan ketika aku sedang lapar, memberiku rezeki yang
berlimpah, yang telah mengeluarkanku dari jalan yang sempit. Kalau Dia
berkehendak lain, tentu Dia telah membuatku menderita saat aku memulai
berjualan untuk pertama kalinya. Dan engkau pun tidak akan menerima
rezeki yang berlimpah kecuali melalui perantara dari ku. Akan tetapi
karena kasih sayang dan kelembutanNya maka semuanya menjadi mudah bagiku
dan bagimu’. Pegawai baru itu kemudian menangis dan berteriak, ‘Ya Allah.. betapa malangnya aku bila kelak tidak selamat dari siksa Allah akibat kesombongan ku di dunia ini’. Hingga
kakek pun ikut menangis haru sebagai tanda syukur melihat Erlan yang
kemudian diberi kesadaran oleh Allah atas perbuatannya. Erlan mendekap
erat tubuh kakek dan ia terus menangis menyesali perbuatannya, hingga
tidak sadarkan diri kakek jatuh ke tanah. Kemudian Erlan mendekatinya,
dan membelai dengan tangannya. Tiba-tiba kakek itu meninggal.
Erlan kemudian menangis dan berkata, ‘Duhai kakek! Wahai yang mati dalam kecintaan kepada Allah!
‘Ia terus mengulang-ulang kata-katanya itu hingga terdengar jeritan
keras, dan Erlan roboh ke tanah. Erlan berusaha menggerak-gerakkan
tubuhnya, tapi ternyata beliau sudah meninggal. Semoga Allah
merahmatiNya.
Begitulah kisah dari kakek
penjual lumpia basah dengan ketaatannya kepada Allah. Alhamdulillah,
beliau selalu menjadi contoh terbaik bagi karyawan dan orang-orang yang
berada di sekitarnya. Menjadi pengusaha yang sukses dengan pribadinya
yang baik. Hal ini, tidak terlepas dari ketaatan beliau kepada Allah,
beliau selalu menyempatkan waktu untuk membaca Al-Quran saat berdagang
dan tidak pernah terlewat untuk sholat dhuha. Begitulah cara beliau
mencintai Allah, sehingga Allah mudahkan segala jalan kehidupannya.
Semoga tulisan ini menginspirasi bagi sahabat-sabahat sekalian khususnya bagi saya pribadi agar selalu tersadar akan pentingnya kerendahan hati, disaat itu pula kesombongan dan keangkuhan akan sirna dengan sendirinya.
- See more at: http://www.inspirasi.co/forum/post/143/kakek_penjual_lumpia_basah#sthash.EJcgU1sv.dpufSabtu, 02 Maret 2013
Dari Afifah buat Imma
Yuhuuu~ ada yg so sweet nih hari ini, aku baru saja mendapatkan lautan kata-kata dari adikku Afifah. Dan ini pertama kali aku post di blogg ku :D
ini nih kata-kata so sweetnya 'akusuka' thanks you for dear sister. maaf belum sempat membalas, karna setumpuk tugas :')
ini nih kata-kata so sweetnya 'akusuka' thanks you for dear sister. maaf belum sempat membalas, karna setumpuk tugas :')
Menyenangkan kau hadir di hidupku
Bagai bintang yang menerangi
Engkau selalu ada dalam sedih dan senang
Engkau sungguh kakakku sayang
Sungguh aku ingin mengucap kata
Terima kasih untuk semua
Ketulusan hatimu untuk menjaga aku
Engkau sungguh kakakku sayang
Selalu bersamaku tunjukkan padaku
Indahnya duniamu yang penuh warna
Ajarkan diriku arti ketulusan
Kasih dan sayangmu selalu bersamaku
Jangan letih mengingatkan diriku
Untuk jadi anak berbakti
Menyayangi sesama dan menolong yang lemah
Agar dunia menjadi indah
You show me how to laugh
You teach me how to live
Just like the sun shining
Give the light to universe
Selalu bersamaku tunjukkan padaku
Indahnya duniamu yang penuh warna
Ajarkan diriku arti ketulusan
Kasih dan sayangmu, kasih dan sayangmu
Kasih dan sayangmu selalu bersamaku~
to my beloved sister :D Irma Ilmi Salma
Bagai bintang yang menerangi
Engkau selalu ada dalam sedih dan senang
Engkau sungguh kakakku sayang
Sungguh aku ingin mengucap kata
Terima kasih untuk semua
Ketulusan hatimu untuk menjaga aku
Engkau sungguh kakakku sayang
Selalu bersamaku tunjukkan padaku
Indahnya duniamu yang penuh warna
Ajarkan diriku arti ketulusan
Kasih dan sayangmu selalu bersamaku
Jangan letih mengingatkan diriku
Untuk jadi anak berbakti
Menyayangi sesama dan menolong yang lemah
Agar dunia menjadi indah
You show me how to laugh
You teach me how to live
Just like the sun shining
Give the light to universe
Selalu bersamaku tunjukkan padaku
Indahnya duniamu yang penuh warna
Ajarkan diriku arti ketulusan
Kasih dan sayangmu, kasih dan sayangmu
Kasih dan sayangmu selalu bersamaku~
to my beloved sister :D Irma Ilmi Salma
Selasa, 16 Oktober 2012
Goresan Kecil untuk Ibu dan Ayah Tercinta
Saat ku tengadahkan muka ku keatas menatap terik mentari
Saat ku tatap gemerlap bintang dikala gelap yang siap menghantarkan mimpi
Tergores sepasang nama
Nama yang selalu kuingat dalam benak diri
Saat kupalingkan muka ku kebawah menatap dinding dan lantai
tetap tergores sepasang nama
Nama yang kukenang sampai akhir hayat diri
Saat ku lalui hari-hari berganti
Tetap selalu tergores
Tetap tergores dalam sanubari ini
Tetap tertata dan tersusun dengan indah
Sepasang nama yang akan selalu ku teladani
Sepasang nama
Nama yang rela berkorban untukku
Berkorban hingga akhir hayat mereka
Yang selalu rela dan mengikhlaskan hidupnya
Untuk diriku,
Untuk kebahagiaanku,
Untuk membimbingku,
Untuk menempah diriku,
Menjadi Pribadi yang bermanfaat
Kepala ini tertunduk,
Mata ini sembab
Lidah ini keluh
Hati ini pilu
Ya Allah,
Sampaikan rasa rindu ini untuk ibu dan ayah
Sampaikan goresan kata dariku untuk mereka
Sampaikan jika aku selalu mengingat mereka
Sampaikan kalau aku senang berada disisi mereka
Meskipun terkadang
Aku lalai, aku lupa,
Aku terlalu sibuk untuk urusan ku sendiri
Hingga terkadang waktu 24 jam tidak cukup kusisakan untuk mereka
Ya Allah,
Sampaikan goresan kata ini untuk mereka,
Rasa terimakasih yang mendalam,
Rasa bakti yang mendalam,
Atas semua perhatian mereka,
Atas do'a-do'a mereka,
Atas semua pengorbanan mereka,
Bahagiakan mereka Ayah dan Ibu
Dalam setiap tetes air mata bahagia yang mereka jatuhkan
Dalam setiap pengabdian dan ibadah yang mereka lakukan
Untuk Mu Yang Maha Segalanya...
Saat ku tatap gemerlap bintang dikala gelap yang siap menghantarkan mimpi
Tergores sepasang nama
Nama yang selalu kuingat dalam benak diri
Saat kupalingkan muka ku kebawah menatap dinding dan lantai
tetap tergores sepasang nama
Nama yang kukenang sampai akhir hayat diri
Saat ku lalui hari-hari berganti
Tetap selalu tergores
Tetap tergores dalam sanubari ini
Tetap tertata dan tersusun dengan indah
Sepasang nama yang akan selalu ku teladani
Sepasang nama
Nama yang rela berkorban untukku
Berkorban hingga akhir hayat mereka
Yang selalu rela dan mengikhlaskan hidupnya
Untuk diriku,
Untuk kebahagiaanku,
Untuk membimbingku,
Untuk menempah diriku,
Menjadi Pribadi yang bermanfaat
Kepala ini tertunduk,
Mata ini sembab
Lidah ini keluh
Hati ini pilu
Ya Allah,
Sampaikan rasa rindu ini untuk ibu dan ayah
Sampaikan goresan kata dariku untuk mereka
Sampaikan jika aku selalu mengingat mereka
Sampaikan kalau aku senang berada disisi mereka
Meskipun terkadang
Aku lalai, aku lupa,
Aku terlalu sibuk untuk urusan ku sendiri
Hingga terkadang waktu 24 jam tidak cukup kusisakan untuk mereka
Ya Allah,
Sampaikan goresan kata ini untuk mereka,
Rasa terimakasih yang mendalam,
Rasa bakti yang mendalam,
Atas semua perhatian mereka,
Atas do'a-do'a mereka,
Atas semua pengorbanan mereka,
Bahagiakan mereka Ayah dan Ibu
Dalam setiap tetes air mata bahagia yang mereka jatuhkan
Dalam setiap pengabdian dan ibadah yang mereka lakukan
Untuk Mu Yang Maha Segalanya...
kenalin yuuk, PERKENALAN ^^
Bismillahirrahmanirrahim ..goresan hari ini, hmm PERKENALAN diri saya ajaa yaa :) hehe. (ISENG)
apa kabarnya? Alhamdulillah luar biasa Allahuakbar ! yups, ucapan yang sering dilontarkan pada kegiatan mentoring bersama anak-anak tutee, liqo, tutorial ataupun kajian yang berbau islami. Setelah mengucapkan kata-kata itu terasa deh semangat karena Allahnya. hihi
next..PERKENALKAN nama saya Irma Ilmi Salma.. (Udah tau? biarin udah tau juga, tetep mau ngenalin diri ajah!) hhe maksasaya biasa dipanggil ima, tapi kalo di kampus ada juga yang manggil cimot. terserah deh mau manggil saya dengan sebutan nama apa juga asal jangan yang jelek-jelek. hohoo
Saat ini saya terdaftar sebagai mahasiswi PGPAUD di Universitas Pendidikan Indonesia kampus cibiru angkatan 2010.kampus yang dikenal dengan ketidaktauannya orang-orang atas keberadaan kampus yang saya tempati (Looohh??) :Ddi UPI cibiru memang menyenangkan, walaupun awalnya sempat mempunyai kesan yang geje..hhonamun lambat laun saya pun menikmati di dunia yang seperti ini. Temennya asyik-asyik..garokil dan variatif.ada yang autis, penyabar, penyayang, pencinta alam, cerewet, centil, over aktif, ikhwan banget, akhwat banget. dan masih banyak lagi temen-temen yang mempunyai kesan menyenangkan..hhmm hidup ini benar-benar penuh dengan warna. like it :)jurusan PGPAUD memang tidak bergelut dengan bidang tulis menulis tidak seperti dunia jurnalistik yang memang identik dengan bidang tulis menulis..kemampuan inilah yang harus dimiliki oleh warga jurnal.
walaupun saya bukan warga jurnalistik dan tidak mempunyai bakat namun minat yang sangat kuat untuk menggeluti bidang menulis..maka ketika awal semester 3 saya berasa terkena virus GILA MENULIS dan rasanya sebuah virus yang yang dapat berkembang biak dengan cepat bila terus menerus menulis serta berkarya. Ya! saya tidak mempunyai bakat dan baru akan menggeluti dunia menulis..maaf aja kalo masih banyak yang belepotan dalam berkata-kata dan menyusunnya menjadi sebuah kalimat.dan akhir-akhir ini saya sering mendapatkan penguatan untuk tetap dan terus berkarya dalam suatu tulisan, misalnya dipinjamkan buku yang berkaitan dengan cara menulis yang baik dan mempunyai teman yang memang jurusan sastra indonesia, yang siap menilai hasil tulisan imaaa :P hehe
mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa saya suddenly like's to write?? hhmm.. (oh ga nanya? biarin..ini mah buat orang yang nanya!! blleee..)
hm, jawabannya simple ko..selain saya tertarik dengan orang-orang yang begitu hebat dalam merangkai kata sehingga menjadi sebuah kalimat yang menarik dan juga salah satunya menulis merupakan suatu kenikmatan. saat kita curahkan ide dan saat kata demi kata tersusun sedemikian rupa hingga menjadi hasil yang disebut mahakarya, disanalah letak kenikmatan..apalagi semua membaca tulisan-tulisan kita dengan berbagai ekspresi ada yang ketawa-tawa, ada yang mengeluarkan air mata, ada yang nyengir-nyengir kaya kuda hehe peace ^^v waah tak ternilai deh kenikmatan yang akan dirasakan.jadi punya beberapa harapan.. ingin menuliskan 2 judul buku tentang Pendidikan Anak Usia Dini. dan sering menuliskan hal-hal yang menarik dan itu bermanfaat bagi sesama :)semoga saja.......semua memang nyata adanyaaahh :D Aamiin.nganan.com aah, segala sesuatu itu mungkin terjadi. yakin,yakin,yakin,yakin.
Jumat, 13 Juli 2012
1 kata telah kembali "ketenangan" :)
Hari ini menjadi bagian dari rasa ketenangan
aku yang selalu mengkhawatirkan keberadaan adikku yang manja, yah..kini kembali seperti awal "rasa KETENANGAN" bukan kekhawatiran seperti 3 hari kebelakang.
terimakasih bang, telah mengingatkan bahwa harus terus menyemangati.. bukan dengan rasa rindu saja yang realisasinya hanya ketemu minimal smsan ataupun telfonan dan malah membuat adik semakin tidak betah ditempat jihadnya.. tapi bagaimana kita membuatnya menjadi semangat dan menguatkan apa yang harus dilakukan atas keberadaannya :)
aku yang selalu mengkhawatirkan keberadaan adikku yang manja, yah..kini kembali seperti awal "rasa KETENANGAN" bukan kekhawatiran seperti 3 hari kebelakang.
terimakasih bang, telah mengingatkan bahwa harus terus menyemangati.. bukan dengan rasa rindu saja yang realisasinya hanya ketemu minimal smsan ataupun telfonan dan malah membuat adik semakin tidak betah ditempat jihadnya.. tapi bagaimana kita membuatnya menjadi semangat dan menguatkan apa yang harus dilakukan atas keberadaannya :)
Waktu
Ada kehampaan jelas tergambar, ada penyesalan jelas terpancar, tetapi tetap ada keindahan yang tersimpan, waktu itu tak dengan percuma terbuang, jika kamu percaya hidup tak akan pernah terlepas atau dilepas melepas waktu. Waktuuu.....apa kau dalam arti sebenarnya?
Kamis, 12 Juli 2012
Adikku sayang "Afifah"
Adikku sayang, sungguh sulit sampai akhirnya kakak mengikhlaskan hati kepergian mu untuk berjihad
tapi kakak yakin ini untuk kebaikan kita terutama untuk kebaikan kamu
kakak hanya berpesan memulai sesuatu dilingkungan baru terkadang membuat kita tertekan, sedih, dan berfikir sungguh sulit, hanya dengan kesabaran, keikhlasan, dan kejujuranlah adik bisa jalani ini semua dan kakak yakin semakin hari semakin terbiasa insyaAllah semua akan semakin ringan dan mudah atas seizin-Nya.. jangan lupa semua pesan mamah dan bapak ya :)
kakak selalu mendoakan yang terbaik untuk adik, atas kesuksesan, tidak didapat dengan waktu yang sengkat karena butuh usaha dan kerja keras.
kakak selalu mendoakan yang terbaik untuk adik, atas kesuksesan, tidak didapat dengan waktu yang sengkat karena butuh usaha dan kerja keras.
ingatlah "kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih jika kamu melakukan pekerjaan yang lebih, walau mungkin kita ngga bisa pastikan waktu itu datang. Tapi kakak sangat percaya itu, semoga adik juga berfikiran seperti itu.
Sejujurnya, kakak dirumah merasa ada yang hilang.. acapkali apa yang bisa mengingatkan sesuatu tentang adik, kakak meneteskan air mata karena kerinduan yang mendalam.. kakak sayang banget sama de Afifah juga mamah dan bapak.
Adikku sayang, jaga dirimu baik-baik ya.. kakak disini menunggu kabar gembira adik sebagai penghafal Al-Qur'an seperti yang dicita-citakan adik :)
Kakak ingin cepat-cepat menjenguk mu kesana...
Menyayangi adalah cara teradil yang hati dan pikiran butuhkan untuk menjemput mimpi.
Adikku sayang, jaga dirimu baik-baik ya.. kakak disini menunggu kabar gembira adik sebagai penghafal Al-Qur'an seperti yang dicita-citakan adik :)
Kakak ingin cepat-cepat menjenguk mu kesana...
Menyayangi adalah cara teradil yang hati dan pikiran butuhkan untuk menjemput mimpi.
LOVE U "AFIFAH FAUZIAH"
:*
:*
Kamis, 22 Maret 2012
Untuk Mama
Mama, walaupun tidak sebesar cintamu kepadaku, tapi aku teramat sangat mencintai dan menyayangimu..karena Allah :)
disaat waktu untuk bertemu semakin sedikit,
dikala waktuku habis di kampus,
dikala agendaku dan perhatianku berkurang untuk bersamamu,
dikala prioritasku tidak lagi untuk beristirahat atau sekedar menemanimu di rumah,
dikala kau tidak lagi memintaku mengantarmu pergi ke pasar karena melihat peluhku ketika dirumah..
dikala waktu malammu habis untuk mendoakanku..
dikala kau diam2 tetap terjaga hingga malam, untuk menungguku pulang..
mama,
tak ada kata yang bisa terucap,
hanya doa yang senantiasa mengalir..
bersama
semoga selamanya, cintaku untukmu.. karena Allah
maaf ma, belum bisa memberi apa yang kau mau..
belum bisa maksimal membaktikan diriku kepadamu.
-imma untuk mama :) diantara tumpukan tugas yang kesekian.
disaat waktu untuk bertemu semakin sedikit,
dikala waktuku habis di kampus,
dikala agendaku dan perhatianku berkurang untuk bersamamu,
dikala prioritasku tidak lagi untuk beristirahat atau sekedar menemanimu di rumah,
dikala kau tidak lagi memintaku mengantarmu pergi ke pasar karena melihat peluhku ketika dirumah..
dikala waktu malammu habis untuk mendoakanku..
dikala kau diam2 tetap terjaga hingga malam, untuk menungguku pulang..
mama,
tak ada kata yang bisa terucap,
hanya doa yang senantiasa mengalir..
bersama
semoga selamanya, cintaku untukmu.. karena Allah
maaf ma, belum bisa memberi apa yang kau mau..
belum bisa maksimal membaktikan diriku kepadamu.
-imma untuk mama :) diantara tumpukan tugas yang kesekian.
Jumat, 09 Maret 2012
Mereka bukanlah aku.
Mereka bukanlah aku, ya aku adalah aku.. dan mereka tak usah aku beritahu siapa aku.
Dont stand back ^^ semangat!
meski begitu, ternyata mereka tidak akan pernah tahu, bila aku hanya sedikit membisu menutup eksistensiku.
Aku seorang mahasiswi yang penuh dengan mimpi. Bahkan status mahasiswi itu pun terlahir dari sebuah nama penuh dengan mimpi. kekuatan bernama TEKAD menendangku untuk terus berlari menggapai mimpi itu.
Kartu mahasiswi yang tertera namaku telah ku kantongi, namun itu hanya menutupi keluhan-keluhan ku yang nyata. Kini langkahku mengejar sinar kebanggaan seolah akan terhenti. Haruskah aku memejamkan mata dan tertidur seolah tak ingin tahu dan lupa akan cita yang telah tertata ini?
Hhhm.. sepertinya TIDAK!! disaat harapan itu memaksaku untuk melemah, maka harapan itu semakin menggebu ketika teringat perjuangan ayah dan ibu ketika berkorban demi masa depanku.
Hhhm.. sepertinya TIDAK!! disaat harapan itu memaksaku untuk melemah, maka harapan itu semakin menggebu ketika teringat perjuangan ayah dan ibu ketika berkorban demi masa depanku.
Langganan:
Postingan (Atom)